Saya Kembali………..
salam blogger..
Saya Kembali………..
salam blogger..
Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Semangat.!!!
Di dalam keremangan.
Di tengah terik matahari.
Letih dan lelah yang kurasakan.
Nasib buruk, slalu menerjang.
Hutan rimba, tinggi gunung ku daki…
Semangat bela pertiwi.
Hanya ada satu tekat di dalam hati.
Merdeka ato mati.
Ditulis dalam Iseng-iseng | Tinggalkan sebuah Komentar »
Dr. Masaru Emoto, “The Hidden Messages in Water”, (Pesan rahasia Sang Air). Buku Lama, tapi Baru ku baca Minjam pula. Bukunya punya HTPS, tanggal 5 Appril 2008 dia ke Pameran Buku di Sport Hall Gor Palembang. Sempat janjian ketemuan disana. Bedanya dia sampai di tempat tujuan, sedangkan aku nyasar ke A&W, maklum lapar, sebenarnya penasaran juga sih ama menu yang ada disitu, beberapa kali lewat didepannya hanya liat gambarnya aja, akhirnya berhasil juga aku mencicipinya (dasar tukang makan), tapi aku jadi kapok mau kesana lagi at least sampai kondisi keuangan membaik lagi (Gw bangkrut nih!). Lain kali klo kesana lagi aku ingin ada teman, soalnya kemaren tuh orang-orang pada liatin aku, mungkin mereka heran ”kok orang ini makan sendiri ya?”
Kembali ke buku.
Dr. Emoto, Lahir di Yokohama, bulan Juli 1943. Waktu itu kira-kira negara kita belum Merdeka, dan sepertinya Dr. Ini beruntung tidak terkena bom atom Amerika. Seandainya saja beliau mati, mungkin penelitian ini tidak pernah ada. Dalam penelitiannya ini beliau mengungkapkan bahwa air itu ternyata dapat menyimpan memori, membaca dan mendengarkan (?). Memang terdengar aneh dan agak gila. Tapi inilah yang terjadi. Beliau melakukannya percobaan seperti memberikan perlakuan pada sejumlah media air dengan cara memberikan suara musik, bahkan dengan menempelkan tulisan pada dinding kaca disekeliling air tersebut. Hasilnya… tak disangka-sangka, ternyata air memberikan respon berupa bentuk-bentuk kristal-kristal setelah air tersebut dibekukan.
Kristalnya berbeda-beda bentuknya lho. Tergantung dari perlakuan apa yang diberikan. Dr. Emoto membungkus secarik kertas bertulisan kata-kata cinta dan syukur ke sekeliling botol berisi air. Hasilnya terbentuklah kristal-kristal yang sangat sempurna. Ini menandakan bahwa cinta dan syukur adalah mendasar bagi semua fenomena kehidupan di alam. Kemudian percobaan dilanjutkan dengan memberikan tulisan ”terimakasih” dalam berbagai bahasa seperti Jepang, Korea, Italia, Jerman, Fracis, Inggris dan Cina. Semuanya menghasilkan kristal yang indah dan sempurna. Lain halnya bila air tersebut di beri tulisan berupa ejekan seperti ”kamu bodoh!”, tidak ada kristal yang terbentuk. Bahkan terbentuk gambar pria bersenjata ketika diberi kata-kata ”kau membuatku muak”. Kata-kata yang berupa ajakan memiliki bentuk kristal yang lebih baik dibandingkan dengan kata-kata berupa paksaan.
Rata-rata 70% tubuh manusia terdiri atas air. Kita memulai hidup sebagai janin yang 99% adalah air. Ketika kita lahir, kita adalah 90% air, dan pada saat kita mencapai usia dewasa, kita adalah 70% air. Jika kita amati pada usia lanjut, kemungkinan kita adalah 50% air. Dengan kata lain, disepanjang hidup kita terutama eksis sebagai air.
Air. Air yang ada dalam tubuh kita. Tentunya juga memiliki respon yang sama dengan air yang diuji oleh Dr. Emoto. Pada percobaan berikutnya Dr. Emoto meminta bantuan kepada anak kecil di sebuah sekolah dasar di Jepang. Anak itu berkata ”kamu manis” pada sampel air, dari sampel itu terbentuklah sebuah kristal yang manis, ketika Anak itu berkata ”kamu indah” terbentuklah kristal kristal yang kecil kecil, ketika anak itu lebih sering mengatakan ”kamu indah” sampai berulang ulang, terbentuklah sebuah kristal yang lebih besar. Jadi dari perkataan saja bisa memberikan pengaruh pada air. Hal ini bisa dikaitkan dengan pengaruh psikologis yang diterima oleh orang yang bila diperlakukan sejumlah kata-kata, kata-kata yang baik bisa membuat seseorang bersemangat, seperti sorakan supporter yang mendukung pemain sepak bola idolanya, ataupun perkataan dari seseorang yang disayangi. Begitu pula dengan kata-kata yang buruk yang diterima oleh seseorang, seperti caci maki, hinaan dan amarah yang kelewatan tak jarang membuat seseorang menjadi depresi, menderita gangguan psikologis, menjadi pemurung, tidak percaya diri dan trauma yang tak hilang-hilang. Dari hal ini ada baiknya bila kita memikirkan sejumlah kata yang akan kita ucapkan ketika mengambil tindakan berupa teguran pada seseorang.
Pada air yang tak dihiraukan adalah kristal yang paling tidak utuh, mungkin inilah gambaran perasaan yang ditunjukkan oleh air bila seseorang di kucilkan, atau di cuekkin. Seperti bangunan yang tak selesai, kubus yang tak terbentuk. Tak ada arah dari sudut-sudutnya. Dan seakan mengatakan ”untuk apa aku berdiri”.
Jika anak tadi mengucapkan kata-kata yang baik pada air terbentuk kristal yang Indah, bagaimana jika air tadi dibacain mantra-mantra oleh mbah dukun yang sedang praktek menyembuhkan pasiennya? Apalagi klo pake ditambah pake air ludah. Cuih.. (huek…menjijikkan). Tak lama berkhayal sambil meneruskan membaca pertanyaan itu pun terjawab. Tapi gak pake mbah dukun. Dr. Emoto mengambil sampel air dari danau yang telah didoakan. Seorang pendeta mengulang sebuah doa dengan menghadap ke danau. Kristal pertama dari sampel air sebelum didoakan tampak kristal seperti wajah terdistorsi, tetapi kristal yang terbentuk dari air yang didoakan tampak kristal bercahaya seperti cahaya yang bersinar dari galaksi.
Hmm.. Klo mbah dukun mungkin akan menggambar kristal bebentuk keris empu gandring.
Dalam buku ini juga dikatakan bahwa air itu berasal dari luar angkasa. Tanda tanya besar nih. Teorinya belum saya pahami, lagi pula belum baca jurnal-jurnalnya. Ada hal yang membingungkan pada buku ini, di awal penulisnya bercerita tentang konsep ”Tuhan”, seperti halnya percobaan dengan menggunakan berbagai bahasa, yang sama maknanya, respon yang didapat, kristal yang baik. Tapi untuk hal keagamaan Dr. Emoto menggunakan pendeta dan tulisa nama dewi amaterasu (dewi Matahari Shinto). Menghasilkan kristal yang baik bahkan sangat luar biasa, bahkan sama halnya Kristal yang di bentuk oleh sampel air yang diberi perlakuan dengan memutar lagu Injili. Dan begitu juga dengan lagu Doa Buddhisme Tibet. Sedikit membingungkan pada konsep keTuhanan. Apakah semua agama sebenarnya menyembah tuhan yang sama. Ataukah hanya kebetulan semua itu memiliki efek getaran gelombang yang baik bagi air. Misteri yang masih belum terjawab karena air hanya bisa mengatakan dalam bentuk kristal yang belum kita pahami artinya.
Terakhir dalam penutupnya DR. Emoto mengajak kita untuk mengisi hidup dengan sepenuh-penuhnya. ”Bukanlah hal yang sangat indah jika kita bisa menutupi bumi dengan kristal kristal yang indah. Bagaimana? Dengan Cinta dan Syukur. Pesan yang dibawa oleh air yang datang jauh dari luar angkasa.”
Ditulis dalam Iseng-iseng | Tinggalkan sebuah Komentar »
Mabok lagi.. mabok lagi…. (lagunya lanjutin sendiri).
Dave (David), mabok lagi, minum anggur merah cap orang tua botol kecil. Kasihan banget dia. Uang banyak, isi kost-an lengkap, kedaraan buat hilir mudik ada, body juga ok. Kurang bahagia apa? Tapi malang tak mengenal siapapun. hanya karna wanita, dia minum lagi. “Kak, minum yuk”. Dia minta ditemani dalam kesedihannya. “Sorry Bro, Gw gak bisa, ntar Gw gak bisa Sholat”. Tolakku dengan singkat. Jalannya yang udah mereng-mereng, kayak anak kecil umur 1 tahun yang baru bisa berjalan (jalannya gak lurus). Dengan langkah yang meliuk-liuk itu dia datang kepada kami yang berada didepan pintu. “Vid, Motor lo masih di luar tuh! Ntar siapa yang masukin?”. “Jangan salah, ntar motor itu bisa masuk sendiri kok.” Ternyata dia udah bener-bener mabok. Ayam aja yang udah diajarin masuk kandang, klo malam masih aja suka bertengger diatas pohon.
Mabok bukan asal mabok. Mungkin itulah caranya dia meringankan beban hatinya. Katanya Dia punya masalah ama cewek. Dia itu udah pedekate ama tu cewek selama sebulan. masalahnya, tuh cewek udah punya cowok, taunya baru sekarang, pas pedekate, tu cewek gak bilang klo dia punya cowok. Hancur hatinya, ku tahu seperti apa rasanya, soalnya Gw udah ngalamin yang kayak gituh 2 kali. Malahan Gw tanya terang terangan ” udah punya cowok belum?”. Dan semua pun menjawab Belum. Entah kenapa punya hubungan selalu tak dianggap, atau hanya di buat seakan main-main. Kasus play boy emang banyak, tapi apakah ini bisa di bilang kategori play girl?
Semenjak kasus yang pertama Gw jadi trauma ama cewek yang pake cincin. Sampai sampai Gw pernah nanya ama cewek yang kedua karena dia pake cincin ampe dua di tangannya. Katanya ” ini cincin dari temenku, dia tu cewek namanya putri”. Gak taunya dia udah punya cowok. Dia pernah bilang “cari aja cewek lain”. Apakah itu artinya jadilah playboy, berpetualanglah dengan perempuan-perempuan lain, cicipilah tubuh mereka satu-satu walaupun kau tak mencintainya.
Gw gak ngerti lagi tentang kejahatan bercinta. Ntah cowok-entah cewek yang salah. Just Be Ware. Ingat jangan terlalu mencintai, karna kau akan sakit hati, itu pasti!!! Hanya sekedar himbauan, klo udah punya pasangan ya..kenalin ama teman-teman, di umumin bahwa kamu tak lagi sendiri. Pacaran. itu salah satu bentuk hubungan, walaupun tidak ada tanda tangan hitam diatas putih. hanya kepercayaan yang harus di jaga.
Hari ini Gw ke Palembang ama dave, naik motor, Gw minta di turunin di Palembang Square, dia sendiri trus aja, mau ke PTC katanya. Kutanya “Mau ngapain kesana?” “Gak tau” katanya.
Satu lagi ada laki-laki yang muter-muter dalam hidupnya tanpa tujuan. Mudah-mudah gak berubah jadi playboy di jalan. Klo sempat itu terjadi, Rasakanlah itu wahai wanita-wanita yang tak tau diuntung. Jahat ya..Gw jahat banget ya.. cewek yang jahatin Gw duluan.
Ditulis dalam Cerita-Cerita Hati | Tinggalkan sebuah Komentar »
Jum’at, 4 April 2008
Sepulang Dari warnet Gw Pengen Dengar lagu “Abadi Selamanya”. Gw belum sempat Copy dari Ahmad Munarwi. Gw Dateng kerumahnya yang jaraknya Cuma beberapa Panjang Tali kolor.
Pintunya ke buka. Depan Pintu ada sepatu warna Ijo. ”Ada tamu, Pasti Temennya yang Gondrong itu, yang mirip ama Giring”. Kata Gw dalam Hati. Gw terus masuk dengan percaya diri, pas depan pintu kamarnya Gw berenti, trus langsung mundur kembali ke pintu depan. Ahmad pun keluar, ”napa kak?, kok gak masuk aja”.
”Gak ah, gw Cuma mau ngopi Lagu Ost-Suster Ngesot”. Jawab gw yang ngerasa gak enak karna gak pake baju dan liat Ahmad lagi ngobrol ama Ceweknya dikamar, yang tadi Gw kira si Manusia Gondrong itu. Gw sodorin Flash Disc Gw dan ia pun langsung balik kekamarnya. Dari depan Gw teriak ”Ost-Naruto Juga ya Mad”. ”Ya!” ia balas teriak dari dalam.
Tak lama kemudian ia pun keluar. ”Nih”. Katanya sambil balikin Flash yang gw kasih tadi. ”Sorry mad, Gw gak tau, tadi Gw pikir ni sepatu punya temen lu yang Rambutnya Kriting Mekar kayak Giring itu, biasanya cewek lo kan datang pake sepatu warna Pink”. ”Gak apa-apa kok Biasa aja lagi, kayak gak Pernah pacaran aja”. Dalam hati gw berkata Gw kan emang blom pernah punya pacar. ”udah ya Gw balik, thanks ya”. Gw trus langsung cabut.
Sesampainya dirumah, flash disk-nya langsung Gw colokin ke USB port Gw. Tak lupa Gw Scan pake antivir dulu yang baru di-update kemaren. Up-date-tannya dapet dari Irfan Kemaren Waktu dia main kerumah, trus minjen Film DVD ”300” punya Gw. Katanya mau balikin hari ini tapi gak nyampe-nyampe.
Lagu yang Gw copy tadi langung di play. Sip dah….colosal banget. Gw liat lagi Drive Flash Gw apa aja isinya. Soalnya kemaren Flash Gw itu Sempat Gw pinjemin ama David. Gw liat ada File dengan icon windows media player dengan Nama Film. Gw penasaran, kira-kira ini film apaan ya? (Dasar otak kotor). APa Ahmad yang copiin ya? Dengan Lugu dan penuh rasa ingin tahu Langsung aja deh Gw Klik double. Wesh… Sekilas muncul Gambar Peta,trus hilang. Gw Nunggu agak lama, kok filmnya gak ada ya, windows media playernya kok gak jalan.
Gw sadar. Gw kena tipu ama virus computer. Maklum Gw punya rasa ingin tau yang gede. Seharusnya Gw liat dulu extention file itu apa. File yang Gw kira film itu ternya Film.exe yang merupakan File executable. Gw langsung ingat cerita Irfan yang kemaren sempat duduk Cuma 5 menit buat basa-basi karna minjem Film DVD Gw. Katanya ”ada virus baru kak. Namanya Virus bangka belitung. Ciri-cirinya, dia munculin peta Bangka belitung pas start-up”. Trus dia juga sempat nunjukin cara munculin Task manager dan Folder option yang udah di hilangkan oleh virus.
Gw langsung aja cek folder option Gw. Ternyata masih ada di tempatnya. Gw cek Task Manager. CTRL+ALT+DEL. Tong…windows berdengung trus muncul message box dengan tulisan “Your Task Manager Has Been Disabled by Your Administrator”. Itu tandanya computer gw udah mulai di ambil alih oleh Virus bangsat itu. Beberapa detik Gw sempat cemas, linglung, bingung ato gak taulah apa namanya. Rasanya seperti ngeliat cewek yang kita taksir jalan ama cowoknya. (Ups..ketahuan nih klo Gw suka naksir cewek orang). Tapi gak lama kok liatnya..eh.. maksudnya gak lama kok bingungnya.
Gw cek start-up gw di Tune-up utility kebetulan gw pake tune-up utility 2008, ternyata disana ada file yang aktif pada saat start-up dengan nama Babel dengan keterangan Unknow Manufacturer. Langsung aja Gw delete dari star-up entry. Trus Gw Run gpedit.msc. Pada bagian Administrative_Templates/system/Ctrl+Alt+Del_option terdapat “remove Task Manajer”. Klik Kanan disitu, pilih Propertise trus pada bagian setting pilih “Disable”, trus Ok. Kemudian Jalankan task manager. Pada bagian “Proses” cari Babel.exe trus pilih dan tekan ”end proses”. Buka windows explorer. Pada bagian “C:\WINDOWS” cari file babel.exe dan hapus file tersebut. Kemudian cari file Film.exe yang buat kita penasaran tadi, biasanya dia memperbanyak diri. Dan berada di drive-drive kita. Letaknya gak jauh kok, Cuma di D:\ ato E:\. Hapus aja secara manual. Mudah-Mudahan ilang. Gak sadar ya, kok Gw Jadi ngajarin, Padahal tadi Cuma mau cerita cerita aja. Apa yang Gw Alami Hari ini. Soalnya Tadi di Warnet Gw liat Cowok dari cewek yang Gw taksir itu. Sempat kelimpungan juga Gw Waktu itu, Pas Dia Dateng Gw langsung Close Internet Explorer Gw soalnya Gw lagi liat Friendster cewek yang Gw taksir itu, Cuma mau tau kedaannya, maklum rasa sayangku padanya yang terlalu berlebihan itu membuatku berkelakuan seperti teroris, untung dia gak sampe laporin gw ke polisi. Gitu Katanya. Katanya cewek itu. (sengaja Gw pake IE, soalnya Cuma buat iseng, browser utama yang Gw pake Fire Fox). Udah ya, udah Magrib Gw mau Sholat ama ngaji Dulu. Bye.
Ditulis dalam Iseng-iseng | 2 Komentar »
Sejuta cerita. Sejuta kata ingin keluar dari mulutku. Dalam malam mati lampu. Lagu Ipang-Ada yang hilang, mengorek telinga, dan tak sadar akupun ikut bernyanyi. Tak ada yang tau, tak seorangpun yang ada disitu tau isi hatiku. Mereka pasti mengira aku bernyanyi hanya iseng, hanya nyanyi-nyanyi. Tapi lagu itulah yang menggambarkan isi hatiku sebenarnya saat itu. Di balik Permainan uno, di ablik serangan 20 kartu, di balik canda tawa dan gurauan yang ada, semua itu tersembunyi dengan rapi.
Malam Jum’at, mati lampu, teman-temanku di sampingku. Kami semua tidur di lantai berkasur menatap langit-langit rumah. Tapi tak tampak ujungnya. Mati lampu. Diantara mereka aku merasa tenang, walaupun hatiku gelisah tak henti-hentinya. Dan aku merasa sangat damai sekali.
Katanya, muka itu cermin hati.
Tapi untungnya muka gak merefleksikan yang sebenarnya. Dan yang muncul Hanya Jerawat. Plup!.. Satu lagi muncul. Bertambahlah beban hatiku. Biasanya ku simpan sendiri. Ato ku tulis sepuas hatiku, terus di bakar. “Minum air abunya, biar masalahnya cepat selesai”. itu sih kata mbah dukun. Tapi pasti muncul masalah baru, “keracunan abu cinta”. Aku gak mau punya masalah ama yang namanya abu, apalagi Abuamat HAK, Msc.IE. , soalnya beliau itu ketua jurusanku. ntar aku gak lulus-lulus.
Ditulis dalam Cerita-Cerita Hati | Tinggalkan sebuah Komentar »
Ada kalanya seseorang memiliki pasangan hidup berparas menarik, tapi omongannya pedas dan menyakitkan. Yang lain barangkali rupawan, ucapan enak didengar tapi sangat boros. Ada pula yang pandai mengatur keuangan, namun kurang rajin beribadah.
“Manusia itu seperti unta. Diantara 100 ekor unta, sangat sulit kamu menemukan seekor yang sangat baik tunggangannya” (HR. Bukhari Muslim)
Seorang istri hampir tidak mungkin mendapatkan suami yang gagah perkasa, mulia, dermawan, berilmu luas, banyak sedekah, pandai mengendalikan amarah, mudah memaafkan orang lain, dan romantis. Seorang suami hampir tidak mungkin memiliki seorang istri yang cantik, pandai menyenangkan suami, cekatan, pintar mengelola keuangan, rajin beribadah, serta sejuta sifat baik lainnya.
Nasihat Rasulullah SAW berkenaan kekurangan yang ada pada pasangan kita, “Hendaknya seorang mukmin tidak meninggalkan seorang mukminah. Kalau dia membenci suatu perangai pada istrinya, dia pasti menyenangi perangai yang lain.”
Pesan Rasululluah SAW senapas dengan dengan firman-Nya, “Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (Annisa [4]: 9).
Tentu saja bukan berarti kita membiarkan begitu saja beberapa aib atau kekurangan pasangan kita. Harus ada usaha berupa perkataan (nasihat lisan) maupun perbuatan untuk memperbaiki kekurangan pasangan. Namun tentu saja, usaha perbaikan tersebut harus dengan keikhlasan serta cara yang sebaik mungkin kita mampu.
Hendaknya kita melihat tindakan memberi nasihat merupakan penunaian kewajiban menyampaikan ilmu ataupun kebaikan yang orang lain saat itu belum memilikinya. Tentu saja dengan tetap menyadari orang yang kita nasihati memiliki beberapa kelebihan yang tidak kita miliki.
Selain ikhlas menasehati, penting pula ikhlas dalam menerima nasihat. Ketika kita dinasihati, hendaknya kita kendalikan serta lunakkan hati kita untuk ikhlas menerimanya.
Adakalanya suatu nasihat kebenaran akan mendapatkan penolakan ketika cara penyampaiannya salah. Hendaknya kita pandai memilih metode dan waktu yang lebih tepat untuk menasehati pasangan kita.
Ditulis dalam Kacamataku | 1 Komentar »
Ketika itu, semua sifat tsb telah bersembunyi – kecuali Cinta. Seperti
keragu-raguan dalam cinta, dia tak bisa memutuskan kemana harus
bersembunyi. Dan ini tentu tidak mengejutkan karena
kita semua tahu betapa sulitnya menyembunyikan cinta.
Pada saat Kegilaan sampai pada hitungan ke-100, Cinta segera melompat
bersembunyi ke kebun bunga Mawar. Dan dengan bersemangat Kegilaan
berbalik dan berteriak, “Bersiaplah, ini aku datang!
Akan kutemukan kalian semua”
Kemalasan adalah yang pertama ditemukan, karena dia
bahkan tidak punya energi untuk mencoba bersembunyi. Kemudian, secara
hampir beruntun Kegilaan segera menemukan Kelembutan di ujung bulan,
Kebohongan di dasar danau dan Gairah di tengah2 bumi. Satu persatu
Kegilaan menemukan mereka semua -kecuali lagi2 Cinta.
Kegilaan mulai menjadi semakin gila karena putus asa untuk menemukan
Cinta. Tapi Kecemburuan yang iri pada Cinta karena belum juga ditemukan,
berbisik pada Kegilaan, “Kau hanya perlu
mencari Cinta, dan dia bersembunyi di semak bunga Mawar.”
Kegilaan mengambil garpu taman dan menusuk2annya serampangan ke arah
semak Mawar. Dia terus menusuk2 sampai terdengar suara tangis memilukan
yang membuatnya berhenti. Cinta keluar
dari persembunyiannya sambil menutup mukanya dengan tangan. Di antara
jari2nya mengalir
darah segar yang ternyata berasal dari kedua belah matanya.
Kegilaan yang terlalu bersemangat untuk menemukan Cinta, tanpa sengaja
telah melukai mata dari Cinta. “Apa yang telah kulakukan!” teriaknya
menyesal. “Aku telah membuatmu buta! Bagaimana aku harus
memperbaikinya?” Cinta menjawab, “Kau tak mungkin memperbaikinya.
Tapi kalau kamu bersedia melakukan sesuatu untukku, kamu bisa menjadi
guide-ku.”
Dan semenjak itulah, Cinta itu buta namun dia bisa melihat dalam
kegelapan, karena dia selalu didampingi oleh Kegilaan.
Ditulis dalam Cerita-Cerita Hati | Tinggalkan sebuah Komentar »
“……Taman Yang Paling Indah Hanya Taman Kami………”
Allah yang baik,
senang deh aku sudah di sini
tak ada lagi mama yang galak
dan paman yang sering membentak
Allah yang baik,
bolehkah aku bergabung dengan
teman-temanku di sebelah sana yang sedang
menyanyi gembira,
“taman yang paling indah hanya taman kami…”
aku suka sekali lagu itu
tapi tak pernah bisa menyanyikannya sepenuh
hati karena sebelum ini, aku hanya bisa
mendengar lagu itu dari balik dinding rumah
sayup-sayup
seperti memanggil-manggil untuk bergabung,
bergembira tapi aku bukan burung yang punya sayap
aku tak bisa terbang ya Allah, keluar barang
sebentar dari rumahku yang pengap
Setiap pulang sekolah dan ayah sedang tak
ada di rumah
paman menyuruhku rebah
kadang-kadang menghadapnya,
kadang-kadang membelakanginya.
lalu aku tak tahu apa yang dilakukannya, ya Allah
tapi rasanya sakit sekali
badanku sakit
tulangku sakit
pahaku sakit
mataku sakit
karena airmataku habis menahan jerit.
Allah yang baik,
aku kangen ibu, bukan mama
mama bukan ibu yang melahirkanku
mama adalah istri ayah yang baru yang lebih
sayang pada anaknya sendiri
bayi mungil yang lucu
aku sih sayang pada adikku itu, ya Allah.
tapi aku takut, setiap kali aku mencium adik
tangan mama mampir di wajahku,
rasanya lebih sakit dari kejedot kusen pintu.
setiap kali aku mencubit pipi montok adik
tangan mama memuntir kupingku sampai
hampir putus rasanya, ya Allah.
mungkin satu kali pernah berdarah aku tak
ingat lagi
Allah yang baik,
pernah satu kali mama membekap mulutku rapat-rapat
aku seperti ikan di pasar, yang megap-megap
ingin hidup
aku menjerit memanggil-manggil ayah
tapi mama semakin kencang mencekik leherku
seperti film-film pembunuhan yang pernah
kulihat di televisi. betul ya Allah, aku nggak
bohong, lho.
di sekolah aku kan diajar bu guru nggak boleh
bohong, baik kepada orang lain apalagi
kepada Allah.
Tapi mungkin memang aku yang cengeng ya Allah,
aku selalu menangis bila paman melakukan
terus menerus perbuatannya yang membuatku sakit
aku pernah berpikir untuk mengambil pisau
dan menusuknya seperti pada
sinetron-sinetron yang pernah kulihat.
tapi aku tak pernah berani.
bahkan ketika ayah sedang di rumah,
dan memelukku pun, aku tak berani bercerita
apa-apa kepadanya.
Di buku-buku cerita, aku lihat anak-anak seumurku
selalu manja pada ayah dan ibunya
mereka bisa naik pundak sampai menginjak kepala
lalu tertawa-tawa bersama.
lalu orangtua menggelitiki perut anak-anaknya
menciumi sepuasnya-puasnya, sampai si
anak memang rasanya seperti hampir mati juga
tapi mati karena rasa geli dan bahagia
mengapa hal itu tak pernah terjadi padaku,
ya Allah?
Apakah para penulis di buku-buku cerita itu
berbohong,
mereka hanya mengarang yang indah-indah saja?
kalau begitu hukumlah mereka ya Allah
karena membuat anak-anak sepertiku tambah sedih
tak pernah merasakan apa yang mereka tulis
di buku-buku itu.
Teman-temanku di sekolah selalu ngomong
tentang plei stesyen dan boneka berbi,
aku tak pernah iri lho,
ya Allah. bener deh, suwer! aku tak pernah iri
soal mainan aku ingin hanya ada dua ciuman
berbarengan dari mama di pipi kanan,
dari ayah di pipi kiri kalau ayah pulang ke rumah,
mama kadang-kadang mau tersenyum
padaku, aku akui itu ya Allah, tapi tetap saja
dia tidak pernah mau menciumku.
Aku ingin sekali ingin bercanda dengan
mama dan adik kecilku yang lucu,
apalagi kalau ayah sedang tidak di rumah.
tapi selalu aku disuruh mama menemani
paman, yang membuatku terus menjerit kesakitan.
Ya Allah,
kenapa mama tak pernah mengelus
airmataku ketika aku kesakitan?
kenapa mama malah menampar wajahku
berulang kali? kenapa mama malah
membekap mulutku begitu kencang?
kenapa mama malah mencekik leherku
seperti teman-teman mencekik belut sampai
mati pada perlombaan tujuh belas agustus di
sekolah?
Allah yang baik,
tapi sekarang aku gembira, suwer!
di sini banyak sekali teman-temanku yang
bernyanyi riang.
bolehkah aku bergabung dengan mereka
sekarang ya Allah, aku ingin sekali
menyanyikan,
“taman yang paling indah…”
mumpung sedang nggak ada mama dan
paman. boleh ya?
Oh iya, kalau Allah nggak keberatan sekalian
panggil saja semua kawan-kawanku yang tak
pernah menyanyikan lagu di rumah mereka
dengan bahagia. semua kawan-kawanku yang
selalu menangis kesakitan.
biarkan kami semua bernyanyi di sini saja ya Allah,
menyanyi bersama-sama, menari
bersama-sama, tertawa bersama-sama,
berpelukan bersama-sama, dorong-dorongan,
pukul-pukulan, cubit-cubitan, lalu menyanyi lagi
bersama-sama sambil bergandengan tangan.
boleh kan ya Allah?
oh iya, sebelum aku bergabung bersama
teman-teman disana, namaku Riska Rosiana.
Allah bisa memanggilku Riska atau Rosi,
atau dipanggil Ana juga boleh.
Dadah Allah,
aku mau ikut nyanyi dulu ya?
Allah nggak akan marah seperti mama, ‘kan?
akmal n. basral
jakarta. 17.01.06
* * *
ANAK-ANAK ITU PERGI DENGAN LUKA…
***
LUPAKAN sejenak kepedihan Lintar.
Lihatlah kegemparan yang meledak di
Perumahan Sengkang, Cilincing,
Jakarta Utara, pada suatu pagi Senin dua
pekan lalu. Warga menemukan pemandangan
mengenaskan. Riska Rosiana, 7 tahun,
meninggal di rumahnya dengan sebagian
tubuhnya sudah dikerumuni semut.
Di rumah petak itu pelajar kelas dua
Madrasah Al-Islamiyah tersebut tinggal
bersama ayahnya, Daeng Amran, 55 tahun,
dan ibu tirinya, Idawati, 39 tahun, dan seorang
adik tirinya yang berumur 14 bulan.
Riska meregang nyawa dengan kepedihan.
Malam sebelum ia meninggal, ia diperkosa
dan disodomi oleh adik ibunya, Ambo Ase,
25 tahun, di kamarnya. Tindakan sang paman
membuat Riska menangis kesakitan.
Gadis cilik ini membawa tangisnya ke ruang
tamu. Bukannya bantuan yang datang,
tangis itu justru membuat Idawati murka.
Idawati naik pitam dan membekap mulut
Riska dengan kain dan kemudian
mencekiknya. Riska terdiam.
Idawati, yang menyangka bocah perempuan
itu sudah tertidur, segera meninggalkan Riska.
Ia tak sadar, saat itu bocah malang tersebut
sudah menjadi mayat.
Ditulis dalam Cerita-Cerita Hati | Tinggalkan sebuah Komentar »
Motor yang saya tumpangi merambat pelan di tepi jalan Pasar Ciputat, Tangerang, Banten. Waktu menunjukkan hampir pukul dua belas malam ketika sorot lampu motor saya menembak seraut wajah mematung berdiri hanya beberapa meter di depan. Matanya terpejam, padahal ia dalam keadaan berdiri, sementara di pundaknya menyangkut sehelai tali yang tersambung ke sebuah kotak seukuran kardus air mineral. Yanto nama pemuda itu, ia salah satu dari belasan penjual rokok ketengan di Pasar Ciputat. Beberapa detik kemudian, tak sengaja jari tangan kiri ini menekan klakson motor, dan… Yanto pun terkaget. Saya merasa bersalah telah membangunkannya dari ‘mimpi’. Boleh jadi, saat tertidur dalam keadaan berdiri itu ia tengah bermimpi melayani serbuan pembeli rokok hingga barang dagangannya malam itu habis terjual. Atau bahkan, ia sedang menikmati indahnya menjadi juragan rokok di kampungnya. Tetapi bunyi klakson saya barusan membuyarkan mimpi indahnya. “Maaf mas,…” Saya jadi kikuk sendirian merasa bersalah telah mengagetkannya. Akhirnya saya menghampirinya untuk membeli beberapa butir permen. “Rokoknya nggak mas?” tanya Yanto berharap. Saya harus meminta maaf untuk kedua kali lantaran memupuskan harapannya, lantaran saya tidak merokok. “Kalau permen untungnya kecil pak, lagi pula permen ya cuma pelengkap saja. Siapa tahu ketemu pelanggan seperti bapak yang tidak merokok,” jelasnya. Saya tertarik dengan keterangannya tentang ‘untung yang kecil’ dari jualan permen. Tapi bukan untung permen yang saya tanya, melainkan untung dari jualan rokoknya. “Seribu, paling besar seribu lima ratus untuk sebungkus rokok,” terangnya. Padahal, sering terlihat para pedagang rokok ketengan itu menjual rokoknya tidak bungkusan, melainkan ketengan lantaran pembeli rokok mereka pun bukan dari kalangan menengah ke atas. Pelanggannya biasanya membeli rokok satu atau dua batang saja, dan tak jarang untuk meladeni pembeli dua batang rokok itu harus sambil berlari mengejar angkot atau bis yang melaju. Pernah satu kali saya melihat seorang pedagang rokok terjatuh saat mengejar angkutan umum, padahal ia hanya melayani seorang pelanggan yang hanya membeli sebatang rokok. Berapa sih untungnya? Kalau sebungkus rokok isi 24 hanya seribu rupiah, berapa untung dari sebatang rokok? Itu harus dibayar mahal tatkala ia tersungkur di jalan raya, hingga semua rokok dagangannya berantakan. Sebagian masih diselamatkan, tapi jauh lebih banyak yang patah dan tak bisa terjual lagi. Yanto, seorang pedagang rokok ketengan di pinggir jalan kecewa karena saya hanya membeli permen lantaran untung yang didapat dari menjual permen itu kecil. Jika demikian asumsinya menjual rokok itu untungnya besar. Tetapi nyatanya, ‘besar’ yang dimaksud hanyalah seribu atau seribu lima ratus rupiah untuk sebungkus rokok? “Berapa bungkus rokok terjual setiap malam?” Yanto sumringah, senyumnya tak menampakkan satu pun masalah dengan jumlah rokok yang berhasil dijualnya setiap malam. “Alhamdulillah pak, sekitar sepuluh sampai lima belas bungkus”, kembali ia menutup kalimatnya dengan senyum. Seketika hati ini berteriak keras, “Hey, dia begitu bahagia!”, padahal hanya sekitar sepuluh ribu atau dua puluh ribu yang dibawanya pulang untuk makan anak dan isterinya. Tetapi aura kesyukuran atas rezeki yang didapatkan hari itu yang membuatnya tetap tersenyum. Bandingkan dengan kita, kadang masih terkecut setiap kali menerima transferan gaji di rekening dan berujar, “Gaji segini, mana cukup?” Yanto dan belasan pedagang rokok ketengan lainnya, setia menemani malam hingga pagi menjelang, hanya untuk mendapatkan sepuluh ribu rupiah. Namun wajah dan senyumnya menyiratkan rasa syukur yang tak bertepi atas nikmat dan rezeki yang masih bisa didapatnya. Ternyata benar, kebahagiaan tak mengenal status. Sebab kebahagiaan bukan terletak pada apa yang dimiliki seseorang, melainkan tertanam jauh di dalam hati orang-orang yang senantiasa bersyukur atas yang diperolehnya.
Ditulis dalam Cerita-Cerita Hati | Tinggalkan sebuah Komentar »